Menggunakan KPR Sebenarnya Bisa Buntung, Berikut Alasannya

Sudah bukan rahasia lagi, bahkan sudah rata-rata para pembeli rumah memanfaatkan fasilitas KPR atau singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah yang dihadirkan oleh bank sehingga menjadi angin segar bagi sektor properti di Tanah Air.

Fasilitas KPR memang sangat membantu dalam membeli properti, namun pengajuannya tidaklah murah. Calon debitur harus melewati berbagai penilaian dari pihak bank yang bersangkutan agar proses kredit tidak mengalami kendala.

Namun, setelah melewati semua proses yang cukup sulit tersebut, pihak bank akan menyetujui pengajuan KPR Anda. Tidak sedikit banyak debitur yang justru malah menyesal mengambil jalan KPR dalam membeli rumah idaman mereka. Nah sebelum kalian menyesal menggunakan KPR, lebih baik kalian harus tahu dulu apa saja kelemahan dari fasilitas ini.

Merupakan wewenang bank

Jika Anda ingin menggunakan fasilitas KPR untuk membeli rumah seken, Anda bisa memilih bank apa untuk mengajukan KPR. Namun, jika Anda hendak membeli rumah baru harus memilih bank yang sudah ditunjuk oleh pengembang. Namun di luar dari itu, ada yang tidak bisa Anda rubah, yakni

  • Notaris

Pihak notaris akan dipilih oleh Bank dan Anda tidak bisa memilih notaris Anda sendiri. Meskipun notaris dipilih oleh pihak bank, namun pembayaran tetap Anad yang harus lakukan untuk membayar notaris tersebut.

  • Asuransi

Pada umumnya, rumah baru yang dibeli dengan sistem KPR akan diikutsertakan dalam asuransi jiwa dan kebakaran. Yang terburuk, Anda tidak bisa memisahkan paket ini dari pembelian rumah Anda, pihak bank akan secara paksa meminta Anda untuk memilih fasilitas asuransi ini.

  • Perjanjian

tanda tangan perjanjian

Perjanjian termasuk dalam tiga kebijakan bank yang tidak dapat Anda ubah. Sebelum Anda menanda tangani perjanjian, ada baiknya untuk Anda membaca setiap isi perjanjian dan harus tahu semua apa yang ada di dalam perjanjian itu secara menyeluruh. Jangan sampai Anda menyesal saat ada perjanjian yang tidak Anda inginkan namun Anda sudah terlanjur menanda tanganinya.

Terjebak oleh pengembang

Biasanya tidak jarang para pengembang memberikan promo yakni bebas biaya admin dan KPR. Anda jangan terjebak, terkadang ada seorang pengembang yang memberikan promo tersebut, padhaal sebenarnya harga rumahnya dinaikkan untuk menutupi biaya admin dan KPR atau bisa dibilang, biaya tersebut sudah termasuk ke dalam harga rumah.

Menggunakan sistem berat di awal

harga turun

Sistem ini juga dikenal dengan nama sistem anuitas. Biasanya, debitur akan dikenakan biaya cicilan yang besar di awal-awal tahun pertama dan mengalami penurunan pada seterusnya. Meskipun sudah berganti tahun, nyatanya pokok utang tetap sama. Penting untuk mengetahui sistem yang diusung oleh bank untuk menghindari kerugian dari kredit dan agar cicilan kredit Anda tidak macet di masa yang akan datang.